Jumat, 13 April 2012

Efek Menggunakan Headset saat Tidur

Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, atau menonton televisi sampai tertidur, atau membiarkan lampu di ruangan menyala terang, memang sulit dihilangkan dan menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur. Ya, memang benar, dengan banyaknya alat elektronik yang menyala akan membuat kita cepat lelah dan mengantuk.  Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress) dan capek. Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman pedahal sudah tidur lama. Ironis sekali, seharusnya ketika bangun tidur badan akan terasa segar tetapi malah sebaliknya.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh. Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita. Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata. Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk. Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut.
http://blog.umy.ac.id/flashsite/
Jadi, mulailah kebiasaan berhemat. Ketika hendak tidur, matikan semua alat elektronik yang bisa melelahkan otak. Selain mendapat kesegaran dan tidur yang berkualitas. Kita pun bisa menghemat penggunaan listrik. :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar